Assalamu'allaikum Wr. Wb
Hari ini tanggal 19 November 2015 di Surabaya, merupakan salah satu tanggal yang menjengkelkan karena apa? Mungkin kalian yang tinggal di Surabaya tau alasannya. Yup, hari ini ada demo besar-besaran sopir angkot dan serikat buruh alasannya apa? gak lain gak bukan masalah upah dan angkot yang berbadan hukum.
Saya hari ini berangkat ke kampus jam 09:00 tergolong jalanan lancar dari rumah- jl. darmo (depan kantor wismilak) tapi pemandangan yang menarik adalah sekitar pukul 09:30 di stopan lampu merah daerah kantor wismilak saya melihat polisi bersepeda motor dengan arak-arakan angkot yang bejibun. Mbatin, "Ah untung aku nyari jalan alternatif lain jd gak perlu lewat grahadi sana" sedihnya kesenangan saya td hanya berlangsung selama 10 menit saja. Sesampai di jalan gubeng sebelum Elizabeth saya mendapati jalanan sudah MACET berhubung saya naik motor ya jadi bisa mlipir-mlipir sampai di depan toko Elizabeth saya melihat ini semua ulah supir angkot kenapa saya bilang begitu? alasannya karena saya melihat supir-supir angkot tersebut mengendarai angkotnya dengan sangat pelan dan tergolong membuntu arus jalan setelah melewati angkot-angkot yang egois ini tepatnya setelah toko Elizabeth tersebut jalanan lengang sepi (hanya ada beberapa kendaraan). Perjalanan saya lanjutkan, berhubung tujuan saya ke Kampus B Unair saya akhirnya memutuskan melewati jalan depan stasiun gubeng baru. Sampai situ, jalanan sudah lancar dan aman untuk ke Kampus B.
Pukul 10:00 saya tiba di Kampus B untuk menyelesaikan urusan. Setelah urusan saya selesai sekitar pukul 11:00 saya memutuskan untuk pulang ke rumah. Seperti dugaan saya jalanan MACET semacet-macetnya angkot dari segala jurusan semua pada mengarah ke Grahadi. Untung saja daerah Sutos dan seterusnya tidak macet kayak di pusat kota.
Inti dari postingan saya ini adalah :
1. Untuk sopir angkot saya sarankan daripada ikutan demo mending narik penumpang coba pikir deh satu orang penumpang sekali jalan bayar berapa coba anggep aja 5rb ya per orang kalikan jumlah penumpang total yang bisa diangkut oleh Angkot tersebut jika penuh mungkin jumlahnya sekitar 12 orang sudah dapet berapa coba sekali narik 5rb x 12 orang= 60rb itu sekali narik ya bayangkan ada 1 angkot yang gak ikutan demo berapa penumpang yang bisa diangkut saat yang lain pada mogok? Kan untung banyak tuh.
2. Masih untuk sopir angkot daripada demo ya mending tidur aja di rumah gak mikir ta kalau kalian sudah rugi waktu, rugi tenaga dan rugi bensin?
3. Untuk buruh, saya denger kalau kalian menuntut umk 3,2 juta? coba deh mikir pake logika iya kalau perusahaan bapak/ ibu sanggup membayar kalian sebesar itu, selain itu ya coba mikir juga kondisi ekonomi Indonesia ini dalam kondisi memprihatinkan masih aja demo seperti. Iya kalau aspirasi anda-anda semua di dengarkan gimana kalau perusahaan melakukan PHK massal? Anda mau kerja apa? anda mau jadi apa? demo lagi ke pemerintah buat nyediakan lapangan kerja? *sungguh buang-buang waktu*
Mungkin gara-gara ada demo ini banyak yang rugi baik waktu, tenaga dan bensin. Melihat komentar netter di fanpage FB E100 ada yang mengatakan kalau sewaktu itu ada ambulance yang sedang mengangkut pasien akan tetapi ambulance tersebut tidak bisa melewati jalanan tersebut walaupun sirene sudah meraung-raung coba bayangin apa yang terjadi sama pasien yang ada di dalam kalau gak tiba di rumah sakit tepat waktu? Kan sedih jadinya.
Sudah pada dewasa semua kan supir angkot dan buruh? coba pikir lebih luas lagi anda sudah punya pekerjaan, sudah punya penghasilan ya walaupun gak banyak sih tp coba deh liat banyak anak-anak yang sudah mendapat gelar S1 nya masih nganggur. seharusnya kalian berpikir betapa beruntungnya kalian punya penghasilan. Saya saja yang baru mendapat gelar S1 mau mencoba kerja part time yang gajinya belum tentu jutaan. Tolong kerjasamanya lah sama masyarakat yang lain jangan mikir diri sendiri saya tau anda termasuk ekonomi yang sulit tp tolonglah jangan liat ke atas terus sekali-kali coba liat ke bawah masih banyak yang jadi pemulung, pengemis, pengamen.
Hidup itu jangan liat ke atas terus supaya kita tau betapa beruntungnya kita di bandingkan hidup orang lain. Pepatah mengatakan "Rumput tetangga sebelah lebih hijau" tolonglah jangan mengikuti pepatah ini terus-terusan.
-SEKIAN-
0 komentar:
Posting Komentar